kata-nya lagi:” dengan apa hendak kita membandingkan kerajaan allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya? hal kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan ke tanah. memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. tetapi apabila ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.”

dalam banyak perumpamaan yang semacam itu ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-nya ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.